Loading...

Pengertian, Ciri, Contoh Puisi Lama

Loading...
Pengertian puisi lama, ciri-ciri puisi lama dan contoh puisi lama serta langkah-langkah menulis puisi akan dibahas lengkap pada materi pelajaran bahasa indonesia sebagai berikut ini. Adapun point-point pokok pembahasan tentang Mengidentifikasi dan Menulis Teks Puisi Lama yang akan di bahas didalam materi pendidikan bahasa indonesia adalah antara lain :

1. Pengertian puisi lama.
2. Ciri-ciri puisi lama.
3. Contoh puisi lama.
4. Langkah-langkah menulis puisi.

Pengertian puisi lama

Puisi lama adalah pancaran kehidupan masyarakat lama, dengan kata lain bahwa puisi lama adalah suatu puisi yang terikat dengan rima dan jumlah barisnya penuh dengan makna. Rima adalah bunyi akhiran yang tersusun.

Ciri-ciri puisi lama

Adapun puisi lama memiliki ciri-ciri antara lain yakni sebagai berikut :
1. Bersatu, tidak pecah belah dan hidup lebih padu dalam kesatuan, itu ada yang mengikat yaitu adat istiadat yang telah turun-temurun.
2. Setiap orang saling mengenali.
3. Hidup tolong-menolong, bergotong-royong membangun rumah, mengerjakan sawah, mengadakan keramaian, suka duka selalu bersatu.

Contoh puisi lama

Latar belakang masyarakat atau keadaan masyarakat sangat berpengaruh terhadap hasil karya yang lahir pada masa itu. Gurindam sebagai salah satu bentuk puisi yang lahir pada masa itu merupakan pancaran kehidupan masyarakat pada saat itu. Tidak hanya gurindam, hal ini tampak jelas pula terlihat dalam bentuk-bentuk puisi lain yang dihasilkan saat itu, baik dalam pantun, syair maupun gurindam.

Di dalam dunia perpuisian klasik Indonesia, kita mengenal beberapa bentuk karya sastra yang sarat dengan muatan estetika tinggi. Karya klasik itu adalah antara lain gurindam, pantun, syair dan talibun. Berikut penjelasannya.
Baca ini : #2 Unsur Pembangun Karya Sastra

1. Gurindam
Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri atas dua baris tiap baitnya, bersajak a-a. Baris pertama berupa syarat dan baris kedua berupa jawab. Contoh gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji seorang sastrawan Melayu. Disebut Gurindam Dua Belas karena terdiri atas dua belas pasal.

2. Pantun
Pantun adalah jenis puisi lama yang terdiri atas empat baris, memiliki rima/sajak ab-ab, dengan baris pertama dan kedua merupakan sampiran serta baris ketiga dan keempat merupakan isi. Berikut dibawah ini adalah contoh pantun dengan judul Laut Mahakam yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Laut Mahakam

Orang kaya banyak berharta
Ke Sumatra setiap tahun
Bismillah saya membuka kata
Berseni sastra membuat pantun

Daun ilalang pucuknya mati
Buah pisang berwarna hitam
Pantun dikarang penghibur hati
Turut kembangkan budaya Etam

Daun ilalang taruh di topi
Daun kurma ditambah lagi
Pantun kukarang di malam sepi
Kala purnama telah meninggi

Ambil paku di kota Raja
Di kota Raja mendapat intan
Wahai saudaraku di mana saja
Pantun kukarang untuk kalian

3. Syair
Syair adalah puisi lama yang terdiri atas empat baris per bait dan memiliki rima aa-aa. Berikut dibawah ini adalah contoh syair yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Tunduk menangis segala puteri
Masing-masing berkata sama sendiri
Jahatnya perangai permaisuri
Lakunya seperti jin dan peri

Langkah-langkah menulis puisi

Dibawah ini adalah langkah-langkah agar terampil dalam menulis puisi dan apa saja yang perlu untuk diperhatikan yakni sebagai berikut :

a. Menulis puisi
Berusahalah menulis puisi sebanyak mungkin, ekspresikan apa yang terdapat dalam pikiran dan perasaan dalam bentuk puisi.

b. Tentukan tema puisi
Setiap puisi mengandung satu pokok persoalan yang hendak disampaikan oleh penyair dan penyampaiannya dapat secara samar-samar maupun secara nyata. Meskipun secara samar-samar tetap ada sesuatu yang hendak disampaikan, inilah yang disebut dengan tema.

c. Menentukan nada dan suasana hati
Ketika membaca puisi, mungkin kita dapat menangkap apa yang diungkapkan penyair, suara atau bunyi, dan sikap penyair terhadap apa yang diciptakannya. Inilah yang disebut nada, sedangkan suasana adalah lingkungan yang dapat dilihat atau didengar atau dirasakan (dalam hati).

d. Pilihan kata dalam puisi
Puisi bukan sekadar permainan kata, karena puisi terlahir lewat perenungan penyair. Maka baik buruknya sebuah puisi terletak bagaimana penyair mengolah dan mengkombinasikan ide dan bahasanya yang mampu menyampaikan pengalaman puitisnya.

e. Imaji dalam puisi
Penyair berusaha menjadikan sesuatu yang semula abstrak menjadi konkret sehingga dapat dengan mudah ditangkap oleh panca indera. Dengan demikian apa yang dilihat, didengar atau dirasakan dapat dengan mudah ditangkap oleh pembacanya melalui puisinya, itulah yang disebut pengimajinasian.

f. Penulisan puisi
Setelah semua hal yang dibutuhkan tersedia, segeralah menulis puisi, teruslah menulis dan jangan berhenti sebelum selesai (tiba saatnya berhenti). Anda akan tahu kapan saatnya berhenti dan Anda akan tahu pula jika belum saatnya berhanti, ikuti suara hati ini.

g. Penyempurnaan puisi
Setelah selesai menulis puisi, bacalah karya Anda berulang-ulang, Anda juga bisa meminta pertimbangan dan pendapat orang lain sebagai masukan, lakukan perbaikan dan penyempurnaan sampai Anda benar-benar merasa mantap dengan karya Anda.

h. Publikasi puisi
Setelah semuanya Anda rasa cukup, maka sekarang mempublikasikan karya Anda.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, ciri-ciri, contoh puisi lama.😊
Loading...
Loading...