Jenis-Jenis Teater Nusantara Tradisional Dan Modern

Jenis-jenis teater nusantara tradisional dan modern akan dijelaskan secara lengkap pada materi pelajaran seni budaya dan keterampilan sebagai berikut ini. Pertunjukan teater tradisional memiliki nilai filosofi yang di sajikan dalam bentuk simbol atau lambang.

Simbol atau lambang pada pertunjukan tersebut bermaksud untuk memberikan kesan kepada penonton dan simbol-simbol ini berupa perlengkapan kostum atau risan, alur pertunjukan dan benda-benda yang digunakan dalam pertunjukan.

Jenis-Jenis Teater Nusantara Tradisional Dan Modern

Jenis-jenis teater di Indonesia

Dibawah ini merupakan beberapa jenis-jenis teater nusantara yang diselenggarakan setiap daerah tertentu di Indonesia hingga saat ini seperti yang akan disebutkan yakni jenis jenis teater tradisional dan modern serta contoh seni teater yang diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mamanda

Teater mamanda adalah teater yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan bentuk teater yang dilakukan oleh pemain pria dan juga wanita. Unsur utama teater tersebut adalah lawak, tarian dan nyanyian. Cerita yang ada pada teater mamanda diangkat dari syair-syair hikayat Melayu Lama diiringi dengan perangkat gamelan seperti seruling, gendang, gong dan biola. Mamanda memiliki fungsi sebagai sarana hiburan yang dapat menghibur masyarakat berupa adegan lawak atau lelucon.

2. Dul muluk

Pada tahun 1897, rombongan abdoel muluk dari Malaka (Johor) datang ke Banjarmasin yang lebih dikenal dengan komidi indra bangsawan. Pengaruh komidi bangsawan ini sangat besar terhadap perkembangan teater tradisional Kalimantan Selatan. Teater ini disebut abdul muluk dikarenakan cerita utamanya diambil dari syair syair tentang hikayat abdul muluk. Bahasa yang digunakan dalam teater ini adalah bahasa Melayu. Abdul muluk mempunyai fungsi sebagai sarana untuk mengenal Raja-raja Melayu.

3. Jaran kepang atau kuda lumping

Teater kuda lumping tentu saja sudah tidak asing terdengar di telinga kita, teater ini berasal dari Jawa Tengah yang dimainkan oleh enam sampai delapan pemain yang hanya menunggang kuda hitam dari bambu. Kuda-kuda yang dibuat tersebut disebut dengan jaran kepanga atau dengan nama lain kuda lumping. Tarian ini banyak dimainkan di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

4. Belian

Teater belian mempunyai fungsi sebagai teater ritual milik suku Modang di Kecamatan Kelijau, provinsi Kalimantan Timur. Suku modang percaya bahwa manusia terdiri dari dua roh, yaitu bruwa (roh baik) dan ton iwa (roh jahat) yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

5. Drama gong

Drama gong adalah teater yang merupakan paduan sendratari, sandiwara (drama modern) dan arja (primbon) yang diiringi dengan gong gebyar. Drama ini memiliki fungsi hiburan yang biasanya ada pada perayaan hari ulang tahun suatu perkumpulan, pesta dan pasar malam.

6. Hudoq

Teater hudoq adalah istilah teater yang memakai topeng dalam kehidupan suku dayak kenyah yang berasal dari provinsi Kalimantan Timur. Teater ini mempunyai fungsi sebagai teater kesuburan yang dipentaskan untuk menyenangkan beli tana (makhluk tanah) sekaligus mengusir makhluk perusak tanaman.

7. Topeng malam atau wayang topeng

Teater wayang topeng adalah pertunjukan tari topeng yang menampilkan cerita dengan pelaku-pelakunya menggunakan topeng. Cerita yang dihasilkan adalah cerita panji. Panji adalah tokoh ideal putra raja yang tidak terkalahkan dalam setiap peperangan dan menjadi dambaan setiap wanita.

Wayang topeng mempunyai fungsi sebagai hiburan yang mengandung makna ritual. Pertunjukan ini biasanya dilakukan dalam upacara ketika hendak menuai padi dan bersih desa atau selamatan desa.

8. Mandu

Teater mandu adalah teater rakyat berlakon didaerah Pulau Bunguran dan Pulau Tujuh, Kepulauan Riau. Semua pemain dalam drama ini adalah pria dengan dialog berbentuk prosa berlirik. Unsur utama dalam mandu adalah nyanyian, tarian dan lawak. Mandu mempunyai fungsi sebagai sarana yang menghibur masyarakat berupa adegan lawak dengan menggunakan bahasa daerah.

9. Gambuh

Teater gambuh adalah teater istana yang mendapat pengayoman keluarga raja di daerah Bali. Teater ini menjadi sumber drama tari Bali. Komposisi dan wujud geraknya sangat rumit dan menjadi pola lingkungan koreografi drama tari Bali. Gambuh mempunyai fungsi mengenal raja dan bangsawan serta memberikan hiburan kepada orang yang sedang melakukan persiapan upacara keagamaan.

10. Wayang gong

Teater wayang gong adalah teater rakyat berlakon di daerah hulu sungai di provinsi Kalimantan Selatan yang seluruh pemainnya adalah pria. Tema lakonnya cerita Ramayana. Wayang gong memiliki fungsi menghibur masyarakat dengan menggunakan tarian dan pencak silat.

11. Longser

Teater longser berasal dari provinsi Jawa Barat yang terdiri atas beraneka jenis tontonan, tari, nyanyian, lawak, silat dan drama daerah. Longser di iringi gamelan yang berupa saron, kendang, gong dan kecrek. Lakon dalam teater longser berkisah tentang kehidupan sehari-hari dan di dalamnya berupa sindiran-sindiran terhadap perbuatan yang tidak baik. Teater longser memiliki fungsi sebagai teater yang memberikan hiburan para penontonnya dengan sajian yang cenderung bersifat lawakan (komedi bodor).

12. Sang Hyang Jaran

Teater sang hyang jaran dimainkan oleh seorang pemain yang menunggang kuda tiruan yang dibuat dari anyaman bambu. Pemain sering memberi nasihat secara langsung kepada penontonnya. Para pemain dalam teater ini juga bermain diatas bara api tanpa cedera sedikit pun. Sang hyang jaran mempunyai fungsi sebagai teater ritual yang terjunjung tinggi nilainya.

13. Makyong (Melayu)

Teater makyong adalah bentuk teater peninggalan kebudayaan Melayu tertua yang digemari oleh masyarakat Melayu, terutama di Sumatera dan Riau. Unsur pemandu lakon yang utama dalam makyong adalah nyanyian, tarian dan lawak yang dilakukan dengan iringan musik tradisi setempat. Dialog diatas pentas menggunakan bahasa melayu. Makyong mempunyai fungsi sebagai sarana untuk mengenal kisah-kisah raja dan Hikayat Melayu.

14. Lenong

Teater lenong adalah teater rakyat yang berasal dari rakyat Betawi, Jakarta. Pada zaman dahulu, di Jakarta yang masih bernama Betawi (Batavia). Terdapat empat jenis teater tradisional yang disebut Topeng Betawi, Lenong, Blantek dan Jipeng. Lenong dimainkan oleh sejumlah pria dan wanita dengan dialog dalam bahasa Indonesia dengan dialek Betawi.

Bagian utama dari lenong adalah lawak dan silat. Pertunjukan lenong diiringi dengan gambang kromong. Cerita-cerita yang diambil dari cerita rakyat dan legenda daerah Jakarta. Tokoh yang ditampilkan adalah tokoh jagoan silat, contohnya adalah Si Pitung, Si Jampang dan Ayub Jago Betawi.

15. Randai

Teater randai adalah bentuk teater di daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Seluruh pemainnya pria dan menggunakan dialog Minang. Teater tradisional randai bertolak dari sastra lisan yang disebut “kaba” yang artinya cerita. Bakaba artinya bercerita. Randai mempunyai fungsi sebagai hiburan yang menghibur masyarakat melalui teater yang terdiri atas unsur akting, nyanyian dan tarian gelombang.

Demikian pembahasan secara lengkap mengenai jenis-jenis teater nusantara tradisional dan modern. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi kalian dalam menghetahui berbagai jenis-jenis dan macam-macam teater yang ada di Indonesia.