#6 Tahapan Dalam Merancang Pertunjukan Teater

#6 Tahapan dalam merancang pertunjukan teater akan diuraikan dibawah ini secara ringkas dan lengkap dalam materi pendidikan seni budaya dan keterampilan. Dalam merencanakan sebuah rancangan pementasan teater, tentu membutuhkan tahapan-tahapan serta langkah-langkah agar menghasilkan sebuah pergelaran teater yang berjalan dengan baik dan sempurna, sehingga kreativitas merancang pementasan teater sangatlah penting.

Adapun point pokok pembahasan yang akan dijabarkan seputar pertunjukan teater yakni apa saja tahapan-tahapan atau langkah-langkah dalam merancang sebuah pertunjukan teater, prosedur pementasan teater, konsep pementasan teater dan bagaimana mengelola pertunjukan teater.


Tahapan-tahapan dalam merancang sebuah pertunjukan teater

Perlu diketahui bahwa terdapat berbagai macam tahapan-tahapan yang harus dilakukan sebelum pertunjukan dilaksanakan, tahapan-tahapan dalam merancang pertunjukan teater diantaranya adalah sebagai berikut dibawah ini.

#6 Tahapan Dalam Merancang Pertunjukan Teater

1. Menentukan lakon

Proses utama dalam merancang sebuah pertunjukan teater adalah menentukan lakon yang akan dimainkan. Biasanya lakon yang terpilih adalah naskah jadi karya orang lain atau membuat naskah lakon sendiri. Adapun yang harus dilakukan adalah naskah yang akan ditunjukan harus memperhitungkan kemudahan serta kesulitan dalam menguasainya.

Naskah yang akan dipentaskan yakni harus sesuai dengan situasi dan waktu latihan, para pemain yang mampu untuk memerankan drama tersebut dan dukungan dari berbagai pihak serta tempat latihan yang memadai.

Dalam menentukan lakon, ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sutradara dalam memilih naskah yakni diantaranya adalah seperti :
- Naskah yang dipilih disukai oleh sutradara.
- Sutradara merasa mampu mementaskan naskah yang telah dipilih.
- Sutradara wajib mempertimbangkan pendanaan secara khusus.
- Sutradara dapat menemukan pemain yang tepat.
- Sutradara mampu dan tetap mementaskan naskah yang dipilihnya.

2. Analisis lakon

Menganalisis lakon merupakan tugas utama sutradara. Lakon yang telah ditentukan harus dipelajari lebih dalam agar lebih paham serta mampu mencapai gambaran lengkap cerita yang akan didapatkan. Jika menganalisis dengan baik, sutaradara akan lebih mudah menerjemahkan kehendak pengarang dalam pertunjukan teater tersebut.

3. Memilih pemain

Pemilihan pemain atau sering kita sebut dengan istilah casting memiliki arti yakni penentuan pemain berdasarkan dengan analisis naskah untuk dipentaskan. Casting dapat dibagi menjadi lima macam yakni diantaranya adalah sebagai berikut :

a. casting berdasarkan dengan kecakapan.
b. casting berdasarkan dengan tipe.
c. casting berdasarkan dengan fisik pemain atau pertentangan watak.
d. casting berdasarkan dengan kesamaan emosi dan tempramen.
e. casting berdasarkan dengan terapi.

4. Menentukan bentuk dan gaya pementasan

Bentuk dan gaya pementasan membingkai keseluruhan dari penampilan pementasan.

5. Blocking

Blocking atau memblok adalah pembentukan sikap tubuh seluruh aktor diatas panggung, dengan cara membelakangi penontonnya. Blocking dapat diartikan sebagai berpindahnya suatu area ke area yang lainya.

6. Latihan

Langkah terakhir dalam merencanakan sebuah pementasan teater adalah latihan. Sutradara memiliki tugas untuk membimbing para aktor selama proses latihan berlangsung. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, sutradara harus mampu mengatur para aktornya dimulai dari proses membaca naskah sampai materi pentas benar-benar siap untuk pertunjukkan nanti. Adapun yang merupakan kunci utama dalam serangkaian latihan adalah sebuah kerja sama antara sutradara dan juga para aktor.

Demikian pembahasan tentang #6 tahapan dalam merancang pertunjukan teater. Semoga bermanfaat bagi pembaca serta dapat dijadikan sebuah referensi informasi yang dapat membantu pembaca dalam mengetahui apa saja tahapan-tahapan atau langkah-langkah dalam merancang sebuah pertunjukan teater, prosedur pementasan teater, konsep pementasan teater dan bagaimana mengelola pertunjukan teater.